Selasa, 04 November 2014

JEBAL..REMEMBER ME, OPPA..



Author             : Lee Ji Kyung
Genre              : Sad, Romance
Cast                 : Kim Je Sun (You)
                          Choi Si Won (Super Junior)
                          Im YoNa (SNSD)
                          Choi Ye An (Author)

Anyeongg…FF ini author dah pernah share d Fanfiction of Super Junior..buat yg udah pernah baca makasih,,buat yg blom baca NO BASH!!!!!Author gag mau banyak ngomong, cuman minta COMENT OR LIKE, NE… DON’T BE SILENT READER and DON’T BASH ME..Happy reading.. J




Recommended song   : T-Ara ft Davichi – We were in love
                                       T-Ara – Cry Cry
                                        Super Junior – Only You

Aku terbangun dari tidurku, entah berapa lama aku tertidur semua badanku terasa sakit, bahkan sangat kaku untuk kugerakkan. “Arrgghhh…”,kepalaku terasa sakit. Dimana aku??  Dan kenapa aku bisa ada disini?? Dan..?? “Arrggghhhh…kepalaku..arrgghhh..”, aku memegangi kepalaku yang sakit.

“Siwon Oppa..”, kudengar suara lembut memanggilku, seorang yeoja manis dengan tubuh mungil, mendekatiku dia terlihat kaget melihatku. Ingin aku bertanya namun rasa sakit dikepalaku benar-benar sudah tak sanggup ku tahan lagi dan tiba-tiba.. semua menjadi gelap.

~Je Sun pov
“Anda tidak perlu khawatir je sun agasshii..dia baik-baik saja, kesehatannya sudah pulih, dia hanya butuh istirahat. Kami akan datang lagi nanti untuk memeriksa keadaannya setelah dia sadar”, kata uisa lalu pergi meninggalkanku dan siwon oppa di ruang rawat RS xxx #author gag tau namanya..hehe#

Aku terkejut melihat siwon oppa telah sadarkan diri dari koma karena kecelakaan yang menimpa dirinya minggu lalu, anii…lebih tepatnya dan yang seharusnya berda di tempat tidur dan terbaring lemah itu adalah aku bukan siwon oppa.

~Flash back
“Oppa..kajja..”, kataku sambil menarik tangan siwon oppa namjachinguku menuju taman bermain yang terletak tak jauh dari apartemen kecilku.

“Kau mau apa chagi??apa kau tak lelah sama sekali??”, katanya lembut sambil mengusap pipiku lembut.

“Anii oppa..aku tak lelah. Justru aku senang karena saat ini oppa ada bersamaku”, kataku sambil tersenyum manis di hadapannya. Kuberikan dia senyum termanis yang kumiliki agar dia percaya padaku, dia selalu tau semua tentangku, saat aku lelah, saat aku gembira, dan saat aku merasa sedih dia akan tau walaupun dia tak bertanya padaku. Dan itu yang membuatku makin mencintainya. Sebenarnya aku agak lelah karena pekerjaanku sebagai penulis artikel di salah satu majalah ternama di korea, tapi aku tak peduli selama siwon oppa bersamaku. Aku hendak berlari menuju taman itu namun tangan kekar siwon oppa menahanku dan membuatku berbalik menatap matanya. Mata itu..oh aku benar-benar tak sanggup menatapnya lebih lama lagi, rasanya kakiku jadi sangat lemas. Aisshhh!!!kenapa dia menatapku dengan tatapan teduh dan penuh kasih sayang itu?? Jebal oppa..kau membuatku salah tingkah!!

Tiba-tiba saja dia berlutut di hadapanku, menatapku lembut dan terseyum manis padaku, oh God..lesung pipitnya benar-benar menggodaku untuk mencicipinya..sadar jesun..sadar..

“Kim Je Sun..taukah kau betapa keras kepalanya dirimu?? Dan taukah kau betapa egois dan menyebalkannya sikapmu itu??”, Hah???apa yg di katakan namja ini?? Apa dia mau mati di tanganku saat ini??Kenapa dia mau jadi namjachinguku kalau dia bilang aku EGOIS??KERAS KEPALA DAN.. APA KATANYA??MENYEBALKAN??, batinku mulai memberontak..kutatap dia dengan tatapan membunuhku dan hendak melepaskan tanganku dari genggamannya namun dia menahan tanganku dan berkata…

“Namun entah mengapa aku menyukai semua yang ada pada dirimu, terkadang seperti gadis kecil yg butuh kasih sayang dan perhatian, terkadang seperti ibu yang selalu memberi kasih sayang dan perhatian dan terkadang menjadi sahabat yang ingin mendengarkan semua keluh kesah setiap orang. Dan itulah yang membuat playboy sepertiku tak mampu melepasmu sampai kapanpun, aku tak sanggup melepaskan genggamanku darimu..aku rela melepas segala yang kumiliki harta, perusahaan dan rumahku, aku rela kehilangan semuanya.. tapi tidak untuk dirimu..mungkin aku egois terhadapmu, tapi aku tak peduli selama kau bersamaku aku tak perduli pada yang lainnya lagi..berjanjilah kau tak akan pernah melepaskan tanganmu sampai kapanpun”, siwon oppa mengeluarkan sebuah kotak dari saku celananya dan berkata, “Kim Je Sun..Would you be my wife?? Jebal..aku tak menerima jawaban selain kata YA”, kata siwon oppa sambil membuka kotak kecil itu yang ternyata isinya adalah sebuah cincin emas putih dengan permata yang indah di tengahnya, aku tak sanggup membendung air mataku lagi, Ya Tuhan terimakasih kau telah memberiku malaikat sesempurna dirinya di sisiku, aku tak sanggup menjawab pertanyaannya aku hanya mengangguk dan siwon oppa memasang cincin itu di jariku. Dia berdiri dan mendekap tubuhku dalam pelukannya yang hangat.

“Uljima chagi..saranghae”, bisiknya lembut di telingaku

“Nado oppa”, jawabku sambil tetap menyembunyikan wajahku dalam  dekapannya. Aku benar-benar tak bisa menggambarkan kebahagiaanku saat ini. Bukan makan malam romantic, bukan sejuta mawar yang dia bawa, atau surprise yg lainnya. Hanya sebuah pernyataan sederhana yang di saksikan oleh bintang-bintang dan angin malam, tapi  entah kenapa aku sangat menyukainya..sangat..

Dia melapaskan dekapannya dan mengangkat daguku dengan tangan kanannya dan tersenyum mengejek, “Hei..lihatlah wajahmu saat ini??matamu bengkak seperti panda karna menangis.aisshhh apakah nanti aku akan menikah dengan panda??”

“MWO???MWOYA!!!!YAKK..CHOI SIWON, AWAS KAU!!”, dia berlari sambil tertawa melihat ekspresiku, entah ekspresi apa yang kupasang saat ini, senang, marah bercampur jadi satu. Entah datang darimana sifat menyebalkannya itu, apa dia telah tertular penyakit Kyuhyun sahabatnya itu?? #ya elah thor kejam banget bilang gitu ma selingkuhan sendiri??*plakkk..tabok author..hehehe#
~Je Sun pov end

~Author pov
Je sun mengejar siwon yang terus berlari sambil tertawa, hingga tiba-tiba..

“Je Sun AWASS!!!”, jesun berbalik dan

BRUUKKKKKKK..ada sebuah mobil yang melaju kencang ke arahnya dan saat je sun membuka matanya.

“Apa yang terjadi??kenapa aku tak??OPPA!!”, je sun terkejut melihat siwon yang terkulai lemah dan bersimbah darah, ternyata siwon mendorong tubuh je sun saat mobil itu datang dan menggatikan posisi yeoja itu.
~Flashback end

Je sun duduk di kursi yang terletak di sebelah tempat siwon tertidur. Dia menggenggam tangan siwon dan  terus menangis. “Oppa..jebal, irona. Buka matamu oppa..jebal. hikksss..”, je sun tertunduk lemah sambil mengecup tangan siwon, dan tanpa sadar je sun pun tertidur.
***
Je sun terbangun saat di rasakannya tangan siwon bergerak di balik genggamannya. “ Oppa..”, je sun tersenyum saat siwon mulai membuka matanya perlahan tapi pasti (?) je sun meloncat kegirangan dan segera memeluk siwon yang masih berbaring lemah, “oppa..bogosipposo..jebal jangan tinggalkan aku lagi, jangan seperti ini lagi dan jangan membuatku cemas seperti ini..apa kau tak tau aku sangat…”, belum sempat je sun menyelesaikan kata-katanya siwon telah memotongnya.

“Mianhae agasshii..nu..nuguseyo??apa aku mengenalmu??”

DUAAARRRRR..#suara apaan tuc thor??# seperti di sambar petir, je sun berdiri kaku mendengar pernyataan siwon. Siwon sama sekali tak mengenalnya, apa yang terjadi??

~Je Sun pov

“Mianhae agasshii..nu..nuguseyo??apa aku mengenalmu??”

JEDDEEEERRRRRRRR..#mianhae..author gag tau bikin suaranya kayak gimana hehe# seperti di sambar petir aku berdiri kaku mendengar pernyataan siwon oppa. Kenapa oppa sama sekali tak mengenalku, apa yang terjadi??

“Oppa..”, terdengar suara yeoja yang berlari dan segera mendekap siwon oppa, “oppa..kau sudah sadar??syukurlah..aku mencemaskanmu!!kau tau jika kau mati aku juga lebih baik mati saja. Oppakan tau hanya oppa yang kumiliki, appa dan eomma sudah meninggalkanku apa oppa juga tega meninggalkanku??aku mau mati juga kalau oppa..”

Paakkkkkkk..sebuah jitakan melesat di kepela yeoja itu sebelum kata-katanya selesai, “akhh..appo..yakkk kenapa oppa memukulku??”.

“Pabbo yeoja!!apa yang kau katakan??jangan pernah mengatakan kata mati di hadapan oppa, oppa akan selalu ada untukmu dan melindungimu arrasseo??!!”,yahh yeoja itu adalah Choi Ye An, adik semata wayang siwon oppa yg sangat dia sayangi. Tunggu dulu..oppa mengingat Ye An?? Tapi kenapa dia tidak mengenaliku?? Belum sempat semua pertanyaan di benakku terjawab siwon oppa berbalik kearahku dan menatapku dengan tatapa yang tak bisa ku artikan sama sekali.

“yak..agasshii nuguseyo??”, tanyanya lagi

“Oppa..kau tak mengenal Je Sun eonni??”, Tanya ye an heran pada oppanya dan mulai mengerutkan dahinya. Siwon menggeleng lemah.

“Apa dia temanmu ye an??Oh iya..dimana yona??kenapa dia tak datang menjengukku??seharusnya dia ada di sini menemani namjachingunya sendiri, bukannya malah sibuk dengan baju-baju karyanya itu!!kenapa sejak dia jadi desainer terkenal, dia jadi lebih sibuk dariku??”, MWO??kenapa oppa hanya mengingat Ye An dan mantan yeojanya itu??aku semakin mengerutkan dahiku.

“Oppa..apa kau benar-benar tak mengenalku??Apa kau tak..”,

“Mianhae agasshii tapi aku tak mengenalmu, dan kenapa kau memanggilku oppa??apakah kita sedekat itu??”,siwon oppa memotong kata-kataku.

“Oppa..”, gumamku lemah.

“Mianhae agasshii, tapi lebih baik anda keluar dari kamarku, entah kenapa setiap melihatmu kepalaku jadi agak sakit”,  Aku tak sanggup mendengarnya lagi aku hendak berlari keluar namun siwon oppa berkata lagi “Oh ea agasshii bisakah kau tak dating lagi??karena aku tak mau yona sampai melihatmu, kau tau yeojaku itu sangat pencemburu“, katanya sambil tersenyum seakan membayangkan wajah yona saat cemburu. Aku memegang dadaku yg terasa sesak dan berlari keluar dengan air mata yang mulai mengalir membasahi pipiku.
~Je sun pov end


~Author pov
“Je Sun Eonni..”, yean segera berlari keluar menyusul je sun dan meninggalkan siwon dalam keadaan bingung dengan kelakuan adiknya dan yeoja yang ye an sebut jesun itu.

“Je Sun..??”,gumam siwon pelan  dan mengerutkan dahinya. Ia merasa ttak asing dengan nama itu. Seperti ada yang aneh yang dia rasakan saat menyebut nama itu. Jantungnya berdegup kencang dan..


“mungkin aku egois terhadapmu, tapi aku tak peduli selama kau bersamaku aku tak perduli pada yang lainnya lagi..berjanjilah kau tak akan pernah melepaskan tanganmu sampai kapanpun”, samar-samar siwon mengingat sesuatu. Dia memegangi kepalanya yang tiba-tiba saja terasa sakit, “Arrrggghhh..”, siwon berteriak tertahan sambil tetap memegangi kepalanya yang sakit dan semuanya menjadi gelap.

Uisa datang memeriksa keadaan siwon,”bisa kita bicara di luar agasshii??”, Tanya uisa pada je sun dan ye an yang telah mendampingi siwon.

“Ne, uisa”, jawab ye an sambil mengikuti langkah uisa keluar kamar dan di susul je sun.

“Saat ini kondisi tuan choi baik-baik saja, tubuhnya dan sudah dalam keadaan normal. Namun benturan hebat akibat kecelakaan itu mengakibatkan ia melupakan beberapa ingatannya. Tapi anda tak perlu khawatir seiring dengan berjalannya waktu ia akan mengingat kembali memori yang terlupakan itu”, kata dokter menerangkan keadaan siwon.

“Tapi..sampai kapan ??sampai kapan siwon oppa akan seperti ini uisa??”,Tanya je sun dengan tatapan nanar.

“Entahlah agasshi..mungkin seminggu, sebulan atau bahkan bisa sampai setahun. Anda harus membatunya mengingat memori yang hilang itu, entah itu dengan benda, tempat2 atau mungkin seseorang dari ingtannya. Tapi jangan terlalu memaksanya karna itu akan membuatnya depresi dan akan membuat konsentrasinya melemah.#Author ngarang nic..#”,terang uisa dan itu membuat je sun bergetar hebat dan tak sanggup menopang tubuhnya. Melihat hal itu ye an segera memeluk je sun dan membopongnya membantunya duduk di kursi tunggu depan kamar rawat siwon.

“Gamsahamnnida uisa, kami mengerti dan akan melakukan yang terbaik untuk membantu siwon oppa”, jawab ye an sambil membungkuk member hormat pada uisa. Uisa itupun berbalik dan pergi meninggalkan je sun dan yean.

Je sun mulai menitikkan air matanya. Entah sudah berapa kali ia menangis hari ini.


“Eonni..gwenchana??”, Tanya ye an melihat keadaan je sun. dan di jawab dengan anggukan lemah dari je sun. “Eonni tenang saja, siwon oppa pasti akan mengingat eonni lagi, aku yakin itu. Bagaimanapun eonni adalah orang yang sangat penting bagi oppa tidak mungkin dia bisa melupakan eonni terlalu lama, itu akan membuatnya menderita sendiri”, terang ye an dengan senyum lembutnya. Ye an memang yeoja yang cerewet sama persis dengan namjachingunya yesung tapi di balik itu dia juga gadis yang ramah dan mampu menenangkan Je Sun. Aku bersyukur siwon oppa punya yeodongsaeng seperti dirinya. Cantik, dan memiliki senyum yang menawan persis siwon oppa, batin je sun.


“Entahlah ye an, rasanya benar-benar sakit saat siwon oppa hanya mengingat yeoja itu, haruskah aku melepas siwon oppa??”, Tanya je sun putus asa.

Ye an menggeleng keras,”Anii eonni, apa kau tega membiarkan siwon oppa tersesat (?) seperti itu??eonni harus membantunya..aku bahkan tidak rela melihat oppa bersama yeoja itu”, terang ye an dengan emosi yg meluap. Yah, ye an memang membenci yona karena yona pernah meninggalkan siwon saat siwon telah benar-benar mencintainya dan sangat membutuhkannya saat perusahhaan appa siwon dan ye an berada dalam masa krisis . Dan saat semuanya kembali seperti semula saat perusahaan appa telah di selamatkan dia tiba-tiba datang dan mengejar siwon lagi.

Drrrtttt..Drrrttttt..Drrrrrtttt..,”Oh, yeoboseyo..”,ye an mengangkat ponselnya.”Hm, ne arrasseo, aku akan ke sana sekarang”,kata yean di telpon dan mematikan ponselnya.

“Eonni..aku harus kekantor sekarang, sepertinya ada sedikit masalah di dengan perusahaan appa”.

“Apa yang terjadi?”,Tanya je sun khawatir.

“Tidak apa-apa eonni, hanya masalah kecil. Oh aku titip siwon oppa ne, pay pay”, katanya sambil berlari meninggalkan jesun.
~Author pov end

~Je sun pov
“Huuuffffftttttttttttttttt…”,aku menghela nafas pelan.

Krunnyyuuukkk..krruunnyuuukk..,”akh..aku belum makan sejak tadi, perutku jadi protes seperti ini. Lebih baik aku keluar sebentar membeli mkanan untukku dan untuk siwon oppa, aku ingat dia tak suka makanan rumah sakit”, gumamku dan berlari kecil menuju kafe yang terletak di depan RS ini.
***
Aku kembali dengan membawa beberapa makanan untuk siwon oppa, ye an benar aku harus tegar. Aku membuka pintu kamar ruang inap siwon oppa.

“Oppa..aaaa..buka mulutmu”, aku mendengar suara yeoja dalam kamar siwon oppa. Semua belanjaanku terjatuh menyadari yeoja itu adalah..

”yona..”gumamku pelan, kulihat dia sedang menyuapi siwon oppa. Kupalingkan tatapanku dari yona dan menatap mata siwon oppa,”Oppa..”,gumamku lagi dan mataku..oh Tuhann kenapa aku mudah sekali menangis??

“Akukan sudah bilang padamu jangan datang lagi!!Kenapa kau datang??!!”,bentak siwon oppa padaku.

“Chagi..jangan seperti itu, biar aku yang bicara padanya”, kata yona lembut sambil memegang tangan siwon oppa. Chagi??apa aku tak salah dengar??apa yang??

“Bisa kita bicara di luar Je sun??”,kata yona membuyarkan lamunanku. Aku hanya mengangguk lemah dan mengikutinya keluar.

“Aku sudah tau keadaan siwon oppa saat ini, dan kau sudah dengar kata siwon oppakan??jadi bisakah kau  pergi dari hidupnya dan jangan kembali lagi??kau tau..kaulah yang mengacaukan hubunganku dengan siwon oppa, dan kau tak perlu khawatir karna aku akan merawatnya dengan baik”,katanya sambil tersenyum sinis padaku saat kami telah berada di depan kamar rawat siwon oppa.

“Mwo??Apa yg kau katakan??”,tanyaku tak percaya dengan semua ucapan yona barusan.”Seharusnya kau yang pergi dari hidup siwon oppa, bukan aku!!karena kau tau??dia hanya mencintaiku, dan kau hanya bagian dari masa lalunya”.

“Masa lalu katamu???Hah, kau benar..aku adalah bagian dari masa lalunya yang terlalu indah untuk dia lupakan. Sedang kau??sepertinya kau sama sekali tak berharga di matanya, buktinya dia melupakanmu dan hanya mengingatku”

“DIAM KAU!!!”, bentak je sun mulai emosi mendengar kata-kata yona.

“KAU YANG DIAMM!!CINTA???Cihh, jika dia mencintaimu dia tak mungkin melupakanmu. Dia melupakanmu dan hanya mengingatku, Dan kau tau artinya itu?? Dia hanya mencintaiku bukan kau..”,kata yona sambil tersenyum penuh kemenangan.

PLAAAKKKK..Tangan je sun menampar pipi mulus yona

“Apa yg kau lakukan??!!!!?”, aku mendengar suara seorang namja membentakku sangat keras. oh tidak..suara itu, aku berbalik dan mendapati siwon oppa telah berdiri tepat di belakangku. Aku terkejut melihat ekspresinya saat ini. Dia benar-benar marah padaku. Aku tidak tau lagi sekarang harus berkata apa. Dia mencengkeram bahuku dengan kedua tangannya.

“Akkhhhh..”,aku meringis kesakitan karena cengkramannya yang begitu kuat. Dia marah padaku karena aku menampar mantan yeojanya?? Hatiku lebih sakit di banding dengan cengkramannya yang kurasakan saat ini.

“Apa yang kau lakukan pada yeojachinguku, heh!!!”, bentaknya lagi padaku, dan aku hanya bisa membalasnya dengan tatapan kosong. Dia menghentakkan tubuhku hingga aku jatuh tersungkur di lantai.

“Akkkhhh..appo”, ringisku lagi saat mendapati sikuku berdarah akibat perbuatannya. Kulihat dia berjalan kearah yona yang tengah memegangi pipinya yang tadi terkena tamparanku.

“Gwenchana??”, Tanya siwon oppa khawatir pada yona. Lihatlah, dia khawatir karena tamparan yg tak terlalu keras di wajah yona, sedang dia sama sekali tak peduli padaku, oppa…look at me..Jebal remember me oppa..jebal..akulah yeojachingumu bukan dia!!!ingin rasanya mengatakan hal itu padanya tapi tak satu katapun yang kluar dari mulutku. Wae??Wae???

“Ne oppa gwenchana, lihatlah oppa pipiku merah karena tamparannya’, kulihat yona meringis manja pada siwon oppa dan siwon oppa membelai lembut pipinya. Kupalingkan wajahku tak ingin melihatnya, ini terlalu menyakitkan untukku. Tidak bisakah kau melihat luka yang ada dihatiku ini oppa?? Ini lebih parah dan sangat menyakitkan daripada tamparan di wajahnya!! Air mataku kembali mengalir. Hikkss..

Aku melihat yona sekilas dan dia tersenyum penuh kemenangan. “Kajja oppa, kita pergi saja”, dan dibalas dengan anggukan siwon oppa.

“Chakkam..”, lirihku sambil berusaha untuk berdiri tegar. Aku membalikkan tubuhku untuk menatap pasangan yang tengah berbahagia di atas penderitaanku ini. Pertahananku runtuh dan air mataku mengalir deras dihadapan mereka. Aku merutuki diriku sendiri yang terlalu lemah dan tak sanggup melawan yeoja itu hingga akhirnya siwon oppa melupakanku.
~Je Sun pov end

~Siwon pov
“Chakkam..”, aku mendengar suara lirihnya yang hampir tak terdengar sama sekali. Aku berbalik kearahnya dan menatap matanya dalam, tatapannya benar-benar memancarkan kesedihan yang mendalam. Entah kenapa rasanya hatiku benar-benar sakit melihat keadaannya. Ingin rasanya aku mendekap tubuh mungilnya itu tapi..

“Apakah sekarang aku bisa melepaskan genggamanmu oppa?? Sekarang sudah tidak apa-apakan??”, tanyanya lirih menatap mataku dalam. “ Aku lelah oppa..mianhae karena aku tak sanggup lagi menggenggam tanganmu, rasanya aku sudah terlalu lelah”.


Apa maksud yeoja ini?? “Aarrrrggghhhhhh…”, kenapa kepalaku sakit sekali?? Dia melangkah kearahku dan mengeluarkan sesuatu yang melekat di jarinya.

“Uljima chagi..saranghae”, sekilas ingatan itu kembali datang, “Arrrrgghhhh..”, aku memegangi kepalaku yang terasa sakit.

“Aku kembalikan ini padamu oppa..”,kata Je sun menarik tanganku dan menaruh sebuah cicin emas putih dengan berlian yang indah di tengahnya. “Sebelum aku terjatuh di jurang yang dalam, aku akan melepaskan genggamanmu agar kau tak jatuh bersamaku”, katanya sambil tersenyum. Senyum itu..

Dia melangkah menjauhiku dan yona, air matanya tak henti mengalir. Aku memegangi dadaku, kenapa terasa sakit?? Seketika ingatan itu kembali datang..

“Oppa..kajja..”,

“Kau mau apa chagi??apa kau tak lelah sama sekali”

 “Anii oppa..aku tak lelah. Justru aku senang karena saat ini oppa ada bersamaku”

 “Kim Je Sun..taukah kau betapa keras kepalanya dirimu?? Dan taukah kau betapa egois dan menyebalkannya sikapmu itu??”

”Aku rela melepas segala yang kumiliki harta, perusahaan dan rumahku, aku rela kehilangan semuanya.. tapi tidak untuk dirimu..mungkin aku egois terhadapmu, tapi aku tak peduli selama kau bersamaku aku tak perduli pada yang lainnya lagi..berjanjilah kau tak akan pernah melepaskan tanganmu sampai kapanpun”

“Kim Je Sun..Would you be my wife?? Jebal..aku tak menerima jawaban selain kata YA”

Mwo???Apa yang kulakukan pada yeoja yang kucintai??, “Je sun..”, gumamku pelan. Aku ingat sekarang..Je Sun yeojaku yang rapuh..Oh tidak!!aku membuatnya menangis??ANDWE!!

“JE SUUNNNNN!!”, teriakku keras memanggil namanya namun ia telah hilang dari pandanganku. “KIM JE SUUNNN!!”, teriakku lagi, entah sejak kapan air mataku mulai mengalir tapi aku tak perduli, aku segera berlari untuk mengejarnya. Aku tidak ingin kehilangan dirinya, ANDWEE!!aku tak bisa melepaskannya!!

“Oppa!!”, kurasakan yona menarik tanganku menahanku untuk tak mengejar je sun-ku, “Apa yg kau lakukan??kau ingin mengejar yeoja kurang ajar itu??”,bentaknya padaku

“Mwo??MWOYA!!!yeoja kurang ajar katamu??kau yg kurang ajar!!!Aku sudah mengingat semuanya”,kataku dengan penuh penekanan di tiap kata. “Dan kau..kau benar-benar..Aarrrkkkhhhh”, emosiku benar-benar meluap sekarang. “Pergilah dari hadapanku dan jangan kembali lagi!!!”, aku menepis tangannya dan segera berlari mengejar je sun..

“JE SUUNNNN..”, aku berlari sambil terus berteriak memanggil namanya, aku tak perdduli lagi dimana aku berada, aku tak mau kehilangan dia..#pas banget nic lagunya She’s Gone by SUJU.

”JE SUNNNNN…”, aku benar-benar sudah seperti orang gila sekarang. Aku tak perduli dengan orang-orang yang menatapku aneh, aku harus menemukannya!!. “KIM JE SUUNNNNN…”,dimana kau??ANDWEE!!aku tak mau kehilangannya!!Aku terus berlari sambil meneriaki namanya hingga akhirnya..aku melihat seorang yeoja yang tengah berusaha berdiri dengan memegang tembok. Dia sangat rapuh. Tapi saat ini aku benar-benar marah karena dia telah berani melepas tanganku.


“YAKKK!!!KIM JE SUN!!”,teriakku murka terhadapnya. Dia berbalik dan tersontak kaget melihatku. Aku berjalan cepat kearahnya seperti orang yang kesetanan.

“Oppa..apa yang..hmmmmmpppppppp”, kulihat sekilas matanya terbelalak karena aku tengah membungkam bibir mungilnya dengan bibirku. Aku melepaskan ciumanku dan berbisik di telinganya, “itu hukumannya karena kau berani melepaskan genggamanku”

“Oppa..”,dia menatap mataku tak percaya dengan yang baru kukatakan

“Ne chagi..I Remember You”, kataku sambil tersenyum simpul padanya. Aku membawanya dalam dekapanku dan dia mulai menangis kencang, ea..dia meluapkan semua rasa sakitnya. “Mianhae chagi..jeongmal Mianhae”,ucapku lirih dan mengeratkan pelukanku padanya. Dia terus menangis, kubiarkan sesaat  agar dia bisa meluapkan semua rasa sakitnya. Kudengar semua orang mulai bersiul dan beberapa di antaranya berbisik-bisik, tapi aku tak perduli yang pedulikan saat ini JE SUN TETAP MILIKKU!!!  “YAKKKK!!!!SAMPAI KAPAN KAU AKAN TERUS MENAGIS??”, bentakku padanya dan dia melepaskan dekapannya padaku menatapku tak percaya. “Kita sudah terlambat chagi..”,kataku lembut mengeluarkan senyum evil yang kupelajari dari kyuhyun.

“Mwo??”, tanyanya polos dan kulihat keningnya mulai berkerut.

“Kajja..”,kataku sambil menarik tangannya lembut.

“kita mau kemana oppa??”,tanyanya.

Aku berbalik kearahnya dan menakup wajahnya dengan kedua tanganku sambil tersenyum aku berkata “Keacara pernikahan kita.”


“MWO???”, kulihat ada semburat merah muda yang muncul di pipinya dan itu benar-benar menambah kecantikannya. Aku tak perduli lagi dengan protes dan ocehannya, aku menarik tangannya dan akan kubawa dia ke altar. Yahh.. tadi aku sempat menelpon Ye An yeodongsaeng kesayanganku itu, aku meminta tolong agar dia menyiapkan pernikahan kami malam ini dan yang benar saja tanpa ada protes sama sekali dia menyetujuinya!!Dia benar-benar adik yang bisa di andalkan.

Malam ini kau akan habis KIM JE SUN, batinku sambil terus tersenyum bahagia. Saranghae KIM JE SUN aku tak akan pernah melepasmu lagi sampai kapanpun!!

END

Eotthheee chingu??Gaje ne?? typo brtebarab dmn2,, tadinya jalan ceritanya gag gini, tapi pas ngetik gag tau kenapa jadi arahnya lain ne? hehehe.. J Gomawo karena sudah baca ff author..author masih baru jadi mian kalau gaje..jangan lupa coment n like-nya ne..COMMENT KALIAN PENTING BUAT AUTHOR.. J


Tidak ada komentar:

Posting Komentar