Author : Lee Ji Kyung
Genre :
Sad, Romance
Cast :
Kim Je Sun (You)
Choi Si Won (Super Junior)
Im YoNa (SNSD)
Choi
Ye An (Author)
Anyeongg…FF ini author dah pernah share d
Fanfiction of Super Junior..buat yg udah pernah baca makasih,,buat yg blom baca
NO BASH!!!!!Author gag mau banyak ngomong, cuman minta COMENT OR LIKE, NE… DON’T BE SILENT
READER and DON’T BASH ME..Happy reading.. J
Recommended song : T-Ara ft Davichi – We were in love
T-Ara – Cry Cry
Super Junior – Only You
Aku terbangun dari tidurku, entah berapa
lama aku tertidur semua badanku terasa sakit, bahkan sangat kaku untuk
kugerakkan. “Arrgghhh…”,kepalaku terasa sakit. Dimana aku?? Dan kenapa aku bisa ada disini?? Dan..?? “Arrggghhhh…kepalaku..arrgghhh..”,
aku memegangi kepalaku yang sakit.
“Siwon Oppa..”, kudengar suara lembut
memanggilku, seorang yeoja manis dengan tubuh mungil, mendekatiku dia terlihat
kaget melihatku. Ingin aku bertanya namun rasa sakit dikepalaku benar-benar
sudah tak sanggup ku tahan lagi dan tiba-tiba.. semua menjadi gelap.
~Je Sun pov
“Anda tidak perlu khawatir je sun
agasshii..dia baik-baik saja, kesehatannya sudah pulih, dia hanya butuh
istirahat. Kami akan datang lagi nanti untuk memeriksa keadaannya setelah dia
sadar”, kata uisa lalu pergi meninggalkanku dan siwon oppa di ruang rawat RS
xxx #author gag tau namanya..hehe#
Aku terkejut melihat siwon oppa telah
sadarkan diri dari koma karena kecelakaan yang menimpa dirinya minggu lalu,
anii…lebih tepatnya dan yang seharusnya berda di tempat tidur dan terbaring
lemah itu adalah aku bukan siwon oppa.
~Flash back
“Oppa..kajja..”, kataku sambil menarik
tangan siwon oppa namjachinguku menuju taman bermain yang terletak tak jauh
dari apartemen kecilku.
“Kau mau apa chagi??apa kau tak lelah
sama sekali??”, katanya lembut sambil mengusap pipiku lembut.
“Anii oppa..aku tak lelah. Justru aku
senang karena saat ini oppa ada bersamaku”, kataku sambil tersenyum manis di
hadapannya. Kuberikan dia senyum termanis yang kumiliki agar dia percaya
padaku, dia selalu tau semua tentangku, saat aku lelah, saat aku gembira, dan
saat aku merasa sedih dia akan tau walaupun dia tak bertanya padaku. Dan itu
yang membuatku makin mencintainya. Sebenarnya aku agak lelah karena pekerjaanku
sebagai penulis artikel di salah satu majalah ternama di korea, tapi aku tak
peduli selama siwon oppa bersamaku. Aku hendak berlari menuju taman itu namun
tangan kekar siwon oppa menahanku dan membuatku berbalik menatap matanya. Mata
itu..oh aku benar-benar tak sanggup menatapnya lebih lama lagi, rasanya kakiku
jadi sangat lemas. Aisshhh!!!kenapa dia menatapku dengan tatapan teduh dan
penuh kasih sayang itu?? Jebal oppa..kau membuatku salah tingkah!!
Tiba-tiba saja dia berlutut di
hadapanku, menatapku lembut dan terseyum manis padaku, oh God..lesung pipitnya
benar-benar menggodaku untuk mencicipinya..sadar jesun..sadar..
“Kim Je Sun..taukah kau betapa keras
kepalanya dirimu?? Dan taukah kau betapa egois dan menyebalkannya sikapmu itu??”,
Hah???apa yg di katakan namja ini?? Apa dia mau mati di tanganku saat
ini??Kenapa dia mau jadi namjachinguku kalau dia bilang aku EGOIS??KERAS KEPALA
DAN.. APA KATANYA??MENYEBALKAN??, batinku mulai memberontak..kutatap dia dengan
tatapan membunuhku dan hendak melepaskan tanganku dari genggamannya namun dia
menahan tanganku dan berkata…
“Namun entah mengapa aku menyukai semua
yang ada pada dirimu, terkadang seperti gadis kecil yg butuh kasih sayang dan
perhatian, terkadang seperti ibu yang selalu memberi kasih sayang dan perhatian
dan terkadang menjadi sahabat yang ingin mendengarkan semua keluh kesah setiap
orang. Dan itulah yang membuat playboy sepertiku tak mampu melepasmu sampai
kapanpun, aku tak sanggup melepaskan genggamanku darimu..aku rela melepas
segala yang kumiliki harta, perusahaan dan rumahku, aku rela kehilangan
semuanya.. tapi tidak untuk dirimu..mungkin aku egois terhadapmu, tapi aku tak
peduli selama kau bersamaku aku tak perduli pada yang lainnya lagi..berjanjilah
kau tak akan pernah melepaskan tanganmu sampai kapanpun”, siwon oppa
mengeluarkan sebuah kotak dari saku celananya dan berkata, “Kim Je Sun..Would you
be my wife?? Jebal..aku tak menerima jawaban selain kata YA”, kata siwon oppa
sambil membuka kotak kecil itu yang ternyata isinya adalah sebuah cincin emas
putih dengan permata yang indah di tengahnya, aku tak sanggup membendung air
mataku lagi, Ya Tuhan terimakasih kau telah memberiku malaikat sesempurna
dirinya di sisiku, aku tak sanggup menjawab pertanyaannya aku hanya mengangguk
dan siwon oppa memasang cincin itu di jariku. Dia berdiri dan mendekap tubuhku
dalam pelukannya yang hangat.
“Uljima chagi..saranghae”, bisiknya
lembut di telingaku
“Nado oppa”, jawabku sambil tetap
menyembunyikan wajahku dalam dekapannya.
Aku benar-benar tak bisa menggambarkan kebahagiaanku saat ini. Bukan makan
malam romantic, bukan sejuta mawar yang dia bawa, atau surprise yg lainnya.
Hanya sebuah pernyataan sederhana yang di saksikan oleh bintang-bintang dan
angin malam, tapi entah kenapa aku
sangat menyukainya..sangat..
Dia melapaskan dekapannya dan mengangkat
daguku dengan tangan kanannya dan tersenyum mengejek, “Hei..lihatlah wajahmu
saat ini??matamu bengkak seperti panda karna menangis.aisshhh apakah nanti aku
akan menikah dengan panda??”
“MWO???MWOYA!!!!YAKK..CHOI SIWON, AWAS
KAU!!”, dia berlari sambil tertawa melihat ekspresiku, entah ekspresi apa yang
kupasang saat ini, senang, marah bercampur jadi satu. Entah datang darimana
sifat menyebalkannya itu, apa dia telah tertular penyakit Kyuhyun sahabatnya
itu?? #ya elah thor kejam banget bilang gitu ma selingkuhan
sendiri??*plakkk..tabok author..hehehe#
~Je Sun pov end
~Author pov
Je sun mengejar siwon yang terus berlari
sambil tertawa, hingga tiba-tiba..
“Je Sun AWASS!!!”, jesun berbalik dan
BRUUKKKKKKK..ada sebuah mobil yang
melaju kencang ke arahnya dan saat je sun membuka matanya.
“Apa yang terjadi??kenapa aku
tak??OPPA!!”, je sun terkejut melihat siwon yang terkulai lemah dan bersimbah
darah, ternyata siwon mendorong tubuh je sun saat mobil itu datang dan
menggatikan posisi yeoja itu.
~Flashback end
Je sun duduk di kursi yang terletak di
sebelah tempat siwon tertidur. Dia menggenggam tangan siwon dan terus menangis. “Oppa..jebal, irona. Buka
matamu oppa..jebal. hikksss..”, je sun tertunduk lemah sambil mengecup tangan
siwon, dan tanpa sadar je sun pun tertidur.
***
Je sun terbangun saat di rasakannya tangan
siwon bergerak di balik genggamannya. “ Oppa..”, je sun tersenyum saat siwon
mulai membuka matanya perlahan tapi pasti (?) je sun meloncat kegirangan dan
segera memeluk siwon yang masih berbaring lemah, “oppa..bogosipposo..jebal
jangan tinggalkan aku lagi, jangan seperti ini lagi dan jangan membuatku cemas
seperti ini..apa kau tak tau aku sangat…”, belum sempat je sun menyelesaikan
kata-katanya siwon telah memotongnya.
“Mianhae agasshii..nu..nuguseyo??apa aku
mengenalmu??”
DUAAARRRRR..#suara apaan tuc thor??#
seperti di sambar petir, je sun berdiri kaku mendengar pernyataan siwon. Siwon
sama sekali tak mengenalnya, apa yang terjadi??
~Je Sun pov
“Mianhae agasshii..nu..nuguseyo??apa aku
mengenalmu??”
JEDDEEEERRRRRRRR..#mianhae..author gag
tau bikin suaranya kayak gimana hehe# seperti di sambar petir aku berdiri kaku
mendengar pernyataan siwon oppa. Kenapa oppa sama sekali tak mengenalku, apa
yang terjadi??
“Oppa..”, terdengar suara yeoja yang
berlari dan segera mendekap siwon oppa, “oppa..kau sudah sadar??syukurlah..aku
mencemaskanmu!!kau tau jika kau mati aku juga lebih baik mati saja. Oppakan tau
hanya oppa yang kumiliki, appa dan eomma sudah meninggalkanku apa oppa juga
tega meninggalkanku??aku mau mati juga kalau oppa..”
Paakkkkkkk..sebuah jitakan melesat di
kepela yeoja itu sebelum kata-katanya selesai, “akhh..appo..yakkk kenapa oppa
memukulku??”.
“Pabbo yeoja!!apa yang kau
katakan??jangan pernah mengatakan kata mati di hadapan oppa, oppa akan selalu
ada untukmu dan melindungimu arrasseo??!!”,yahh yeoja itu adalah Choi Ye An,
adik semata wayang siwon oppa yg sangat dia sayangi. Tunggu dulu..oppa
mengingat Ye An?? Tapi kenapa dia tidak mengenaliku?? Belum sempat semua
pertanyaan di benakku terjawab siwon oppa berbalik kearahku dan menatapku
dengan tatapa yang tak bisa ku artikan sama sekali.
“yak..agasshii nuguseyo??”, tanyanya
lagi
“Oppa..kau tak mengenal Je Sun eonni??”,
Tanya ye an heran pada oppanya dan mulai mengerutkan dahinya. Siwon menggeleng
lemah.
“Apa dia temanmu ye an??Oh iya..dimana
yona??kenapa dia tak datang menjengukku??seharusnya dia ada di sini menemani
namjachingunya sendiri, bukannya malah sibuk dengan baju-baju karyanya itu!!kenapa
sejak dia jadi desainer terkenal, dia jadi lebih sibuk dariku??”, MWO??kenapa
oppa hanya mengingat Ye An dan mantan yeojanya itu??aku semakin mengerutkan
dahiku.
“Oppa..apa kau benar-benar tak
mengenalku??Apa kau tak..”,
“Mianhae agasshii tapi aku tak
mengenalmu, dan kenapa kau memanggilku oppa??apakah kita sedekat itu??”,siwon
oppa memotong kata-kataku.
“Oppa..”, gumamku lemah.
“Mianhae agasshii, tapi lebih baik anda
keluar dari kamarku, entah kenapa setiap melihatmu kepalaku jadi agak sakit”, Aku tak sanggup mendengarnya lagi aku hendak
berlari keluar namun siwon oppa berkata lagi “Oh ea agasshii bisakah kau tak
dating lagi??karena aku tak mau yona sampai melihatmu, kau tau yeojaku itu
sangat pencemburu“, katanya sambil tersenyum seakan membayangkan wajah yona
saat cemburu. Aku memegang dadaku yg terasa sesak dan berlari keluar dengan air
mata yang mulai mengalir membasahi pipiku.
~Je sun pov end
~Author pov
“Je Sun Eonni..”, yean segera berlari
keluar menyusul je sun dan meninggalkan siwon dalam keadaan bingung dengan
kelakuan adiknya dan yeoja yang ye an sebut jesun itu.
“Je Sun..??”,gumam siwon pelan dan mengerutkan dahinya. Ia merasa ttak asing
dengan nama itu. Seperti ada yang aneh yang dia rasakan saat menyebut nama itu.
Jantungnya berdegup kencang dan..
“mungkin aku egois terhadapmu, tapi aku
tak peduli selama kau bersamaku aku tak perduli pada yang lainnya
lagi..berjanjilah kau tak akan pernah melepaskan tanganmu sampai kapanpun”,
samar-samar siwon mengingat sesuatu. Dia memegangi kepalanya yang tiba-tiba
saja terasa sakit, “Arrrggghhh..”, siwon berteriak tertahan sambil tetap
memegangi kepalanya yang sakit dan semuanya menjadi gelap.
Uisa datang memeriksa keadaan
siwon,”bisa kita bicara di luar agasshii??”, Tanya uisa pada je sun dan ye an
yang telah mendampingi siwon.
“Ne, uisa”, jawab ye an sambil mengikuti
langkah uisa keluar kamar dan di susul je sun.
“Saat ini kondisi tuan choi baik-baik
saja, tubuhnya dan sudah dalam keadaan normal. Namun benturan hebat akibat
kecelakaan itu mengakibatkan ia melupakan beberapa ingatannya. Tapi anda tak
perlu khawatir seiring dengan berjalannya waktu ia akan mengingat kembali
memori yang terlupakan itu”, kata dokter menerangkan keadaan siwon.
“Tapi..sampai kapan ??sampai kapan siwon
oppa akan seperti ini uisa??”,Tanya je sun dengan tatapan nanar.
“Entahlah agasshi..mungkin seminggu,
sebulan atau bahkan bisa sampai setahun. Anda harus membatunya mengingat memori
yang hilang itu, entah itu dengan benda, tempat2 atau mungkin seseorang dari
ingtannya. Tapi jangan terlalu memaksanya karna itu akan membuatnya depresi dan
akan membuat konsentrasinya melemah.#Author ngarang nic..#”,terang uisa dan itu
membuat je sun bergetar hebat dan tak sanggup menopang tubuhnya. Melihat hal
itu ye an segera memeluk je sun dan membopongnya membantunya duduk di kursi
tunggu depan kamar rawat siwon.
“Gamsahamnnida uisa, kami mengerti dan
akan melakukan yang terbaik untuk membantu siwon oppa”, jawab ye an sambil
membungkuk member hormat pada uisa. Uisa itupun berbalik dan pergi meninggalkan
je sun dan yean.
Je sun mulai menitikkan air matanya.
Entah sudah berapa kali ia menangis hari ini.
“Eonni..gwenchana??”, Tanya ye an
melihat keadaan je sun. dan di jawab dengan anggukan lemah dari je sun. “Eonni
tenang saja, siwon oppa pasti akan mengingat eonni lagi, aku yakin itu.
Bagaimanapun eonni adalah orang yang sangat penting bagi oppa tidak mungkin dia
bisa melupakan eonni terlalu lama, itu akan membuatnya menderita sendiri”, terang
ye an dengan senyum lembutnya. Ye an memang yeoja yang cerewet sama persis
dengan namjachingunya yesung tapi di balik itu dia juga gadis yang ramah dan
mampu menenangkan Je Sun. Aku bersyukur siwon oppa punya yeodongsaeng seperti
dirinya. Cantik, dan memiliki senyum yang menawan persis siwon oppa, batin je
sun.
“Entahlah ye an, rasanya benar-benar
sakit saat siwon oppa hanya mengingat yeoja itu, haruskah aku melepas siwon
oppa??”, Tanya je sun putus asa.
Ye an menggeleng keras,”Anii eonni, apa
kau tega membiarkan siwon oppa tersesat (?) seperti itu??eonni harus
membantunya..aku bahkan tidak rela melihat oppa bersama yeoja itu”, terang ye
an dengan emosi yg meluap. Yah, ye an memang membenci yona karena yona pernah
meninggalkan siwon saat siwon telah benar-benar mencintainya dan sangat
membutuhkannya saat perusahhaan appa siwon dan ye an berada dalam masa krisis .
Dan saat semuanya kembali seperti semula saat perusahaan appa telah di
selamatkan dia tiba-tiba datang dan mengejar siwon lagi.
Drrrtttt..Drrrttttt..Drrrrrtttt..,”Oh,
yeoboseyo..”,ye an mengangkat ponselnya.”Hm, ne arrasseo, aku akan ke sana
sekarang”,kata yean di telpon dan mematikan ponselnya.
“Eonni..aku harus kekantor sekarang,
sepertinya ada sedikit masalah di dengan perusahaan appa”.
“Apa yang terjadi?”,Tanya je sun
khawatir.
“Tidak apa-apa eonni, hanya masalah
kecil. Oh aku titip siwon oppa ne, pay pay”, katanya sambil berlari
meninggalkan jesun.
~Author pov end
~Je sun pov
“Huuuffffftttttttttttttttt…”,aku
menghela nafas pelan.
Krunnyyuuukkk..krruunnyuuukk..,”akh..aku
belum makan sejak tadi, perutku jadi protes seperti ini. Lebih baik aku keluar
sebentar membeli mkanan untukku dan untuk siwon oppa, aku ingat dia tak suka
makanan rumah sakit”, gumamku dan berlari kecil menuju kafe yang terletak di
depan RS ini.
***
Aku kembali dengan membawa beberapa makanan
untuk siwon oppa, ye an benar aku harus tegar. Aku membuka pintu kamar ruang
inap siwon oppa.
“Oppa..aaaa..buka mulutmu”, aku
mendengar suara yeoja dalam kamar siwon oppa. Semua belanjaanku terjatuh
menyadari yeoja itu adalah..
”yona..”gumamku pelan, kulihat dia
sedang menyuapi siwon oppa. Kupalingkan tatapanku dari yona dan menatap mata
siwon oppa,”Oppa..”,gumamku lagi dan mataku..oh Tuhann kenapa aku mudah sekali
menangis??
“Akukan sudah bilang padamu jangan
datang lagi!!Kenapa kau datang??!!”,bentak siwon oppa padaku.
“Chagi..jangan seperti itu, biar aku
yang bicara padanya”, kata yona lembut sambil memegang tangan siwon oppa.
Chagi??apa aku tak salah dengar??apa yang??
“Bisa kita bicara di luar Je sun??”,kata
yona membuyarkan lamunanku. Aku hanya mengangguk lemah dan mengikutinya keluar.
“Aku sudah tau keadaan siwon oppa saat
ini, dan kau sudah dengar kata siwon oppakan??jadi bisakah kau pergi dari hidupnya dan jangan kembali
lagi??kau tau..kaulah yang mengacaukan hubunganku dengan siwon oppa, dan kau
tak perlu khawatir karna aku akan merawatnya dengan baik”,katanya sambil
tersenyum sinis padaku saat kami telah berada di depan kamar rawat siwon oppa.
“Mwo??Apa yg kau katakan??”,tanyaku tak
percaya dengan semua ucapan yona barusan.”Seharusnya kau yang pergi dari hidup
siwon oppa, bukan aku!!karena kau tau??dia hanya mencintaiku, dan kau hanya
bagian dari masa lalunya”.
“Masa lalu katamu???Hah, kau benar..aku
adalah bagian dari masa lalunya yang terlalu indah untuk dia lupakan. Sedang
kau??sepertinya kau sama sekali tak berharga di matanya, buktinya dia
melupakanmu dan hanya mengingatku”
“DIAM KAU!!!”, bentak je sun mulai emosi
mendengar kata-kata yona.
“KAU YANG DIAMM!!CINTA???Cihh, jika dia
mencintaimu dia tak mungkin melupakanmu. Dia melupakanmu dan hanya mengingatku,
Dan kau tau artinya itu?? Dia hanya mencintaiku bukan kau..”,kata yona sambil
tersenyum penuh kemenangan.
PLAAAKKKK..Tangan je sun menampar pipi
mulus yona
“Apa yg kau lakukan??!!!!?”, aku
mendengar suara seorang namja membentakku sangat keras. oh tidak..suara itu,
aku berbalik dan mendapati siwon oppa telah berdiri tepat di belakangku. Aku
terkejut melihat ekspresinya saat ini. Dia benar-benar marah padaku. Aku tidak
tau lagi sekarang harus berkata apa. Dia mencengkeram bahuku dengan kedua
tangannya.
“Akkhhhh..”,aku meringis kesakitan
karena cengkramannya yang begitu kuat. Dia marah padaku karena aku menampar
mantan yeojanya?? Hatiku lebih sakit di banding dengan cengkramannya yang
kurasakan saat ini.
“Apa yang kau lakukan pada
yeojachinguku, heh!!!”, bentaknya lagi padaku, dan aku hanya bisa membalasnya
dengan tatapan kosong. Dia menghentakkan tubuhku hingga aku jatuh tersungkur di
lantai.
“Akkkhhh..appo”, ringisku lagi saat
mendapati sikuku berdarah akibat perbuatannya. Kulihat dia berjalan kearah yona
yang tengah memegangi pipinya yang tadi terkena tamparanku.
“Gwenchana??”, Tanya siwon oppa khawatir
pada yona. Lihatlah, dia khawatir karena tamparan yg tak terlalu keras di wajah
yona, sedang dia sama sekali tak peduli padaku, oppa…look at me..Jebal remember
me oppa..jebal..akulah yeojachingumu bukan dia!!!ingin rasanya mengatakan hal
itu padanya tapi tak satu katapun yang kluar dari mulutku. Wae??Wae???
“Ne oppa gwenchana, lihatlah oppa pipiku
merah karena tamparannya’, kulihat yona meringis manja pada siwon oppa dan
siwon oppa membelai lembut pipinya. Kupalingkan wajahku tak ingin melihatnya,
ini terlalu menyakitkan untukku. Tidak bisakah kau melihat luka yang ada
dihatiku ini oppa?? Ini lebih parah dan sangat menyakitkan daripada tamparan di
wajahnya!! Air mataku kembali mengalir. Hikkss..
Aku melihat yona sekilas dan dia
tersenyum penuh kemenangan. “Kajja oppa, kita pergi saja”, dan dibalas dengan
anggukan siwon oppa.
“Chakkam..”, lirihku sambil berusaha
untuk berdiri tegar. Aku membalikkan tubuhku untuk menatap pasangan yang tengah
berbahagia di atas penderitaanku ini. Pertahananku runtuh dan air mataku
mengalir deras dihadapan mereka. Aku merutuki diriku sendiri yang terlalu lemah
dan tak sanggup melawan yeoja itu hingga akhirnya siwon oppa melupakanku.
~Je Sun pov end
~Siwon pov
“Chakkam..”, aku mendengar suara
lirihnya yang hampir tak terdengar sama sekali. Aku berbalik kearahnya dan
menatap matanya dalam, tatapannya benar-benar memancarkan kesedihan yang
mendalam. Entah kenapa rasanya hatiku benar-benar sakit melihat keadaannya.
Ingin rasanya aku mendekap tubuh mungilnya itu tapi..
“Apakah sekarang aku bisa melepaskan
genggamanmu oppa?? Sekarang sudah tidak apa-apakan??”, tanyanya lirih menatap
mataku dalam. “ Aku lelah oppa..mianhae karena aku tak sanggup lagi menggenggam
tanganmu, rasanya aku sudah terlalu lelah”.
Apa maksud yeoja ini??
“Aarrrrggghhhhhh…”, kenapa kepalaku sakit sekali?? Dia melangkah kearahku dan
mengeluarkan sesuatu yang melekat di jarinya.
“Uljima chagi..saranghae”, sekilas
ingatan itu kembali datang, “Arrrrgghhhh..”, aku memegangi kepalaku yang terasa
sakit.
“Aku kembalikan ini padamu oppa..”,kata
Je sun menarik tanganku dan menaruh sebuah cicin emas putih dengan berlian yang
indah di tengahnya. “Sebelum aku terjatuh di jurang yang dalam, aku akan
melepaskan genggamanmu agar kau tak jatuh bersamaku”, katanya sambil tersenyum.
Senyum itu..
Dia melangkah menjauhiku dan yona, air
matanya tak henti mengalir. Aku memegangi dadaku, kenapa terasa sakit??
Seketika ingatan itu kembali datang..
“Oppa..kajja..”,
“Kau mau apa chagi??apa kau tak lelah
sama sekali”
“Anii
oppa..aku tak lelah. Justru aku senang karena saat ini oppa ada bersamaku”
“Kim
Je Sun..taukah kau betapa keras kepalanya dirimu?? Dan taukah kau betapa egois
dan menyebalkannya sikapmu itu??”
”Aku rela melepas segala yang kumiliki
harta, perusahaan dan rumahku, aku rela kehilangan semuanya.. tapi tidak untuk
dirimu..mungkin aku egois terhadapmu, tapi aku tak peduli selama kau bersamaku
aku tak perduli pada yang lainnya lagi..berjanjilah kau tak akan pernah
melepaskan tanganmu sampai kapanpun”
“Kim Je Sun..Would you be my wife??
Jebal..aku tak menerima jawaban selain kata YA”
Mwo???Apa yang kulakukan pada yeoja yang
kucintai??, “Je sun..”, gumamku pelan. Aku ingat sekarang..Je Sun yeojaku yang
rapuh..Oh tidak!!aku membuatnya menangis??ANDWE!!
“JE SUUNNNNN!!”, teriakku keras
memanggil namanya namun ia telah hilang dari pandanganku. “KIM JE SUUNNN!!”,
teriakku lagi, entah sejak kapan air mataku mulai mengalir tapi aku tak
perduli, aku segera berlari untuk mengejarnya. Aku tidak ingin kehilangan
dirinya, ANDWEE!!aku tak bisa melepaskannya!!
“Oppa!!”, kurasakan yona menarik
tanganku menahanku untuk tak mengejar je sun-ku, “Apa yg kau lakukan??kau ingin
mengejar yeoja kurang ajar itu??”,bentaknya padaku
“Mwo??MWOYA!!!yeoja kurang ajar
katamu??kau yg kurang ajar!!!Aku sudah mengingat semuanya”,kataku dengan penuh
penekanan di tiap kata. “Dan kau..kau benar-benar..Aarrrkkkhhhh”, emosiku
benar-benar meluap sekarang. “Pergilah dari hadapanku dan jangan kembali
lagi!!!”, aku menepis tangannya dan segera berlari mengejar je sun..
“JE SUUNNNN..”, aku berlari sambil terus
berteriak memanggil namanya, aku tak perdduli lagi dimana aku berada, aku tak
mau kehilangan dia..#pas banget nic lagunya She’s Gone by SUJU.
”JE SUNNNNN…”, aku benar-benar sudah
seperti orang gila sekarang. Aku tak perduli dengan orang-orang yang menatapku
aneh, aku harus menemukannya!!. “KIM JE SUUNNNNN…”,dimana kau??ANDWEE!!aku tak
mau kehilangannya!!Aku terus berlari sambil meneriaki namanya hingga
akhirnya..aku melihat seorang yeoja yang tengah berusaha berdiri dengan
memegang tembok. Dia sangat rapuh. Tapi saat ini aku benar-benar marah karena
dia telah berani melepas tanganku.
“YAKKK!!!KIM JE SUN!!”,teriakku murka
terhadapnya. Dia berbalik dan tersontak kaget melihatku. Aku berjalan cepat
kearahnya seperti orang yang kesetanan.
“Oppa..apa yang..hmmmmmpppppppp”,
kulihat sekilas matanya terbelalak karena aku tengah membungkam bibir mungilnya
dengan bibirku. Aku melepaskan ciumanku dan berbisik di telinganya, “itu
hukumannya karena kau berani melepaskan genggamanku”
“Oppa..”,dia menatap mataku tak percaya
dengan yang baru kukatakan
“Ne chagi..I Remember You”, kataku
sambil tersenyum simpul padanya. Aku membawanya dalam dekapanku dan dia mulai
menangis kencang, ea..dia meluapkan semua rasa sakitnya. “Mianhae
chagi..jeongmal Mianhae”,ucapku lirih dan mengeratkan pelukanku padanya. Dia
terus menangis, kubiarkan sesaat agar
dia bisa meluapkan semua rasa sakitnya. Kudengar semua orang mulai bersiul dan
beberapa di antaranya berbisik-bisik, tapi aku tak perduli yang pedulikan saat
ini JE SUN TETAP MILIKKU!!! “YAKKKK!!!!SAMPAI KAPAN KAU AKAN TERUS
MENAGIS??”, bentakku padanya dan dia melepaskan dekapannya padaku menatapku tak
percaya. “Kita sudah terlambat chagi..”,kataku lembut mengeluarkan senyum evil
yang kupelajari dari kyuhyun.
“Mwo??”, tanyanya polos dan kulihat
keningnya mulai berkerut.
“Kajja..”,kataku sambil menarik
tangannya lembut.
“kita mau kemana oppa??”,tanyanya.
Aku berbalik kearahnya dan menakup
wajahnya dengan kedua tanganku sambil tersenyum aku berkata “Keacara pernikahan
kita.”
“MWO???”, kulihat ada semburat merah
muda yang muncul di pipinya dan itu benar-benar menambah kecantikannya. Aku tak
perduli lagi dengan protes dan ocehannya, aku menarik tangannya dan akan kubawa
dia ke altar. Yahh.. tadi aku sempat menelpon Ye An yeodongsaeng kesayanganku
itu, aku meminta tolong agar dia menyiapkan pernikahan kami malam ini dan yang
benar saja tanpa ada protes sama sekali dia menyetujuinya!!Dia benar-benar adik
yang bisa di andalkan.
Malam ini kau akan habis KIM JE SUN,
batinku sambil terus tersenyum bahagia. Saranghae KIM JE SUN aku tak akan
pernah melepasmu lagi sampai kapanpun!!
END
Eotthheee chingu??Gaje ne??
typo brtebarab dmn2,, tadinya jalan ceritanya gag gini, tapi pas ngetik gag tau
kenapa jadi arahnya lain ne? hehehe.. J Gomawo karena sudah baca ff author..author masih baru jadi mian
kalau gaje..jangan lupa coment n like-nya ne..COMMENT KALIAN PENTING BUAT
AUTHOR.. J
Author : Lee Ji Kyung
Genre :
Sad, Romance
Cast :
Kim Je Sun (You)
Choi Si Won (Super Junior)
Im YoNa (SNSD)
Choi
Ye An (Author)
Anyeongg…FF ini author dah pernah share d
Fanfiction of Super Junior..buat yg udah pernah baca makasih,,buat yg blom baca
NO BASH!!!!!Author gag mau banyak ngomong, cuman minta COMENT OR LIKE, NE… DON’T BE SILENT
READER and DON’T BASH ME..Happy reading.. J
Recommended song : T-Ara ft Davichi – We were in love
T-Ara – Cry Cry
Super Junior – Only You
Aku terbangun dari tidurku, entah berapa
lama aku tertidur semua badanku terasa sakit, bahkan sangat kaku untuk
kugerakkan. “Arrgghhh…”,kepalaku terasa sakit. Dimana aku?? Dan kenapa aku bisa ada disini?? Dan..?? “Arrggghhhh…kepalaku..arrgghhh..”,
aku memegangi kepalaku yang sakit.
“Siwon Oppa..”, kudengar suara lembut
memanggilku, seorang yeoja manis dengan tubuh mungil, mendekatiku dia terlihat
kaget melihatku. Ingin aku bertanya namun rasa sakit dikepalaku benar-benar
sudah tak sanggup ku tahan lagi dan tiba-tiba.. semua menjadi gelap.
~Je Sun pov
“Anda tidak perlu khawatir je sun
agasshii..dia baik-baik saja, kesehatannya sudah pulih, dia hanya butuh
istirahat. Kami akan datang lagi nanti untuk memeriksa keadaannya setelah dia
sadar”, kata uisa lalu pergi meninggalkanku dan siwon oppa di ruang rawat RS
xxx #author gag tau namanya..hehe#
Aku terkejut melihat siwon oppa telah
sadarkan diri dari koma karena kecelakaan yang menimpa dirinya minggu lalu,
anii…lebih tepatnya dan yang seharusnya berda di tempat tidur dan terbaring
lemah itu adalah aku bukan siwon oppa.
~Flash back
“Oppa..kajja..”, kataku sambil menarik
tangan siwon oppa namjachinguku menuju taman bermain yang terletak tak jauh
dari apartemen kecilku.
“Kau mau apa chagi??apa kau tak lelah
sama sekali??”, katanya lembut sambil mengusap pipiku lembut.
“Anii oppa..aku tak lelah. Justru aku
senang karena saat ini oppa ada bersamaku”, kataku sambil tersenyum manis di
hadapannya. Kuberikan dia senyum termanis yang kumiliki agar dia percaya
padaku, dia selalu tau semua tentangku, saat aku lelah, saat aku gembira, dan
saat aku merasa sedih dia akan tau walaupun dia tak bertanya padaku. Dan itu
yang membuatku makin mencintainya. Sebenarnya aku agak lelah karena pekerjaanku
sebagai penulis artikel di salah satu majalah ternama di korea, tapi aku tak
peduli selama siwon oppa bersamaku. Aku hendak berlari menuju taman itu namun
tangan kekar siwon oppa menahanku dan membuatku berbalik menatap matanya. Mata
itu..oh aku benar-benar tak sanggup menatapnya lebih lama lagi, rasanya kakiku
jadi sangat lemas. Aisshhh!!!kenapa dia menatapku dengan tatapan teduh dan
penuh kasih sayang itu?? Jebal oppa..kau membuatku salah tingkah!!
Tiba-tiba saja dia berlutut di
hadapanku, menatapku lembut dan terseyum manis padaku, oh God..lesung pipitnya
benar-benar menggodaku untuk mencicipinya..sadar jesun..sadar..
“Kim Je Sun..taukah kau betapa keras
kepalanya dirimu?? Dan taukah kau betapa egois dan menyebalkannya sikapmu itu??”,
Hah???apa yg di katakan namja ini?? Apa dia mau mati di tanganku saat
ini??Kenapa dia mau jadi namjachinguku kalau dia bilang aku EGOIS??KERAS KEPALA
DAN.. APA KATANYA??MENYEBALKAN??, batinku mulai memberontak..kutatap dia dengan
tatapan membunuhku dan hendak melepaskan tanganku dari genggamannya namun dia
menahan tanganku dan berkata…
“Namun entah mengapa aku menyukai semua
yang ada pada dirimu, terkadang seperti gadis kecil yg butuh kasih sayang dan
perhatian, terkadang seperti ibu yang selalu memberi kasih sayang dan perhatian
dan terkadang menjadi sahabat yang ingin mendengarkan semua keluh kesah setiap
orang. Dan itulah yang membuat playboy sepertiku tak mampu melepasmu sampai
kapanpun, aku tak sanggup melepaskan genggamanku darimu..aku rela melepas
segala yang kumiliki harta, perusahaan dan rumahku, aku rela kehilangan
semuanya.. tapi tidak untuk dirimu..mungkin aku egois terhadapmu, tapi aku tak
peduli selama kau bersamaku aku tak perduli pada yang lainnya lagi..berjanjilah
kau tak akan pernah melepaskan tanganmu sampai kapanpun”, siwon oppa
mengeluarkan sebuah kotak dari saku celananya dan berkata, “Kim Je Sun..Would you
be my wife?? Jebal..aku tak menerima jawaban selain kata YA”, kata siwon oppa
sambil membuka kotak kecil itu yang ternyata isinya adalah sebuah cincin emas
putih dengan permata yang indah di tengahnya, aku tak sanggup membendung air
mataku lagi, Ya Tuhan terimakasih kau telah memberiku malaikat sesempurna
dirinya di sisiku, aku tak sanggup menjawab pertanyaannya aku hanya mengangguk
dan siwon oppa memasang cincin itu di jariku. Dia berdiri dan mendekap tubuhku
dalam pelukannya yang hangat.
“Uljima chagi..saranghae”, bisiknya
lembut di telingaku
“Nado oppa”, jawabku sambil tetap
menyembunyikan wajahku dalam dekapannya.
Aku benar-benar tak bisa menggambarkan kebahagiaanku saat ini. Bukan makan
malam romantic, bukan sejuta mawar yang dia bawa, atau surprise yg lainnya.
Hanya sebuah pernyataan sederhana yang di saksikan oleh bintang-bintang dan
angin malam, tapi entah kenapa aku
sangat menyukainya..sangat..
Dia melapaskan dekapannya dan mengangkat
daguku dengan tangan kanannya dan tersenyum mengejek, “Hei..lihatlah wajahmu
saat ini??matamu bengkak seperti panda karna menangis.aisshhh apakah nanti aku
akan menikah dengan panda??”
“MWO???MWOYA!!!!YAKK..CHOI SIWON, AWAS
KAU!!”, dia berlari sambil tertawa melihat ekspresiku, entah ekspresi apa yang
kupasang saat ini, senang, marah bercampur jadi satu. Entah datang darimana
sifat menyebalkannya itu, apa dia telah tertular penyakit Kyuhyun sahabatnya
itu?? #ya elah thor kejam banget bilang gitu ma selingkuhan
sendiri??*plakkk..tabok author..hehehe#
~Je Sun pov end
~Author pov
Je sun mengejar siwon yang terus berlari
sambil tertawa, hingga tiba-tiba..
“Je Sun AWASS!!!”, jesun berbalik dan
BRUUKKKKKKK..ada sebuah mobil yang
melaju kencang ke arahnya dan saat je sun membuka matanya.
“Apa yang terjadi??kenapa aku
tak??OPPA!!”, je sun terkejut melihat siwon yang terkulai lemah dan bersimbah
darah, ternyata siwon mendorong tubuh je sun saat mobil itu datang dan
menggatikan posisi yeoja itu.
~Flashback end
Je sun duduk di kursi yang terletak di
sebelah tempat siwon tertidur. Dia menggenggam tangan siwon dan terus menangis. “Oppa..jebal, irona. Buka
matamu oppa..jebal. hikksss..”, je sun tertunduk lemah sambil mengecup tangan
siwon, dan tanpa sadar je sun pun tertidur.
***
Je sun terbangun saat di rasakannya tangan
siwon bergerak di balik genggamannya. “ Oppa..”, je sun tersenyum saat siwon
mulai membuka matanya perlahan tapi pasti (?) je sun meloncat kegirangan dan
segera memeluk siwon yang masih berbaring lemah, “oppa..bogosipposo..jebal
jangan tinggalkan aku lagi, jangan seperti ini lagi dan jangan membuatku cemas
seperti ini..apa kau tak tau aku sangat…”, belum sempat je sun menyelesaikan
kata-katanya siwon telah memotongnya.
“Mianhae agasshii..nu..nuguseyo??apa aku
mengenalmu??”
DUAAARRRRR..#suara apaan tuc thor??#
seperti di sambar petir, je sun berdiri kaku mendengar pernyataan siwon. Siwon
sama sekali tak mengenalnya, apa yang terjadi??
~Je Sun pov
“Mianhae agasshii..nu..nuguseyo??apa aku
mengenalmu??”
JEDDEEEERRRRRRRR..#mianhae..author gag
tau bikin suaranya kayak gimana hehe# seperti di sambar petir aku berdiri kaku
mendengar pernyataan siwon oppa. Kenapa oppa sama sekali tak mengenalku, apa
yang terjadi??
“Oppa..”, terdengar suara yeoja yang
berlari dan segera mendekap siwon oppa, “oppa..kau sudah sadar??syukurlah..aku
mencemaskanmu!!kau tau jika kau mati aku juga lebih baik mati saja. Oppakan tau
hanya oppa yang kumiliki, appa dan eomma sudah meninggalkanku apa oppa juga
tega meninggalkanku??aku mau mati juga kalau oppa..”
Paakkkkkkk..sebuah jitakan melesat di
kepela yeoja itu sebelum kata-katanya selesai, “akhh..appo..yakkk kenapa oppa
memukulku??”.
“Pabbo yeoja!!apa yang kau
katakan??jangan pernah mengatakan kata mati di hadapan oppa, oppa akan selalu
ada untukmu dan melindungimu arrasseo??!!”,yahh yeoja itu adalah Choi Ye An,
adik semata wayang siwon oppa yg sangat dia sayangi. Tunggu dulu..oppa
mengingat Ye An?? Tapi kenapa dia tidak mengenaliku?? Belum sempat semua
pertanyaan di benakku terjawab siwon oppa berbalik kearahku dan menatapku
dengan tatapa yang tak bisa ku artikan sama sekali.
“yak..agasshii nuguseyo??”, tanyanya
lagi
“Oppa..kau tak mengenal Je Sun eonni??”,
Tanya ye an heran pada oppanya dan mulai mengerutkan dahinya. Siwon menggeleng
lemah.
“Apa dia temanmu ye an??Oh iya..dimana
yona??kenapa dia tak datang menjengukku??seharusnya dia ada di sini menemani
namjachingunya sendiri, bukannya malah sibuk dengan baju-baju karyanya itu!!kenapa
sejak dia jadi desainer terkenal, dia jadi lebih sibuk dariku??”, MWO??kenapa
oppa hanya mengingat Ye An dan mantan yeojanya itu??aku semakin mengerutkan
dahiku.
“Oppa..apa kau benar-benar tak
mengenalku??Apa kau tak..”,
“Mianhae agasshii tapi aku tak
mengenalmu, dan kenapa kau memanggilku oppa??apakah kita sedekat itu??”,siwon
oppa memotong kata-kataku.
“Oppa..”, gumamku lemah.
“Mianhae agasshii, tapi lebih baik anda
keluar dari kamarku, entah kenapa setiap melihatmu kepalaku jadi agak sakit”, Aku tak sanggup mendengarnya lagi aku hendak
berlari keluar namun siwon oppa berkata lagi “Oh ea agasshii bisakah kau tak
dating lagi??karena aku tak mau yona sampai melihatmu, kau tau yeojaku itu
sangat pencemburu“, katanya sambil tersenyum seakan membayangkan wajah yona
saat cemburu. Aku memegang dadaku yg terasa sesak dan berlari keluar dengan air
mata yang mulai mengalir membasahi pipiku.
~Je sun pov end
~Author pov
“Je Sun Eonni..”, yean segera berlari
keluar menyusul je sun dan meninggalkan siwon dalam keadaan bingung dengan
kelakuan adiknya dan yeoja yang ye an sebut jesun itu.
“Je Sun..??”,gumam siwon pelan dan mengerutkan dahinya. Ia merasa ttak asing
dengan nama itu. Seperti ada yang aneh yang dia rasakan saat menyebut nama itu.
Jantungnya berdegup kencang dan..
“mungkin aku egois terhadapmu, tapi aku
tak peduli selama kau bersamaku aku tak perduli pada yang lainnya
lagi..berjanjilah kau tak akan pernah melepaskan tanganmu sampai kapanpun”,
samar-samar siwon mengingat sesuatu. Dia memegangi kepalanya yang tiba-tiba
saja terasa sakit, “Arrrggghhh..”, siwon berteriak tertahan sambil tetap
memegangi kepalanya yang sakit dan semuanya menjadi gelap.
Uisa datang memeriksa keadaan
siwon,”bisa kita bicara di luar agasshii??”, Tanya uisa pada je sun dan ye an
yang telah mendampingi siwon.
“Ne, uisa”, jawab ye an sambil mengikuti
langkah uisa keluar kamar dan di susul je sun.
“Saat ini kondisi tuan choi baik-baik
saja, tubuhnya dan sudah dalam keadaan normal. Namun benturan hebat akibat
kecelakaan itu mengakibatkan ia melupakan beberapa ingatannya. Tapi anda tak
perlu khawatir seiring dengan berjalannya waktu ia akan mengingat kembali
memori yang terlupakan itu”, kata dokter menerangkan keadaan siwon.
“Tapi..sampai kapan ??sampai kapan siwon
oppa akan seperti ini uisa??”,Tanya je sun dengan tatapan nanar.
“Entahlah agasshi..mungkin seminggu,
sebulan atau bahkan bisa sampai setahun. Anda harus membatunya mengingat memori
yang hilang itu, entah itu dengan benda, tempat2 atau mungkin seseorang dari
ingtannya. Tapi jangan terlalu memaksanya karna itu akan membuatnya depresi dan
akan membuat konsentrasinya melemah.#Author ngarang nic..#”,terang uisa dan itu
membuat je sun bergetar hebat dan tak sanggup menopang tubuhnya. Melihat hal
itu ye an segera memeluk je sun dan membopongnya membantunya duduk di kursi
tunggu depan kamar rawat siwon.
“Gamsahamnnida uisa, kami mengerti dan
akan melakukan yang terbaik untuk membantu siwon oppa”, jawab ye an sambil
membungkuk member hormat pada uisa. Uisa itupun berbalik dan pergi meninggalkan
je sun dan yean.
Je sun mulai menitikkan air matanya.
Entah sudah berapa kali ia menangis hari ini.
“Eonni..gwenchana??”, Tanya ye an
melihat keadaan je sun. dan di jawab dengan anggukan lemah dari je sun. “Eonni
tenang saja, siwon oppa pasti akan mengingat eonni lagi, aku yakin itu.
Bagaimanapun eonni adalah orang yang sangat penting bagi oppa tidak mungkin dia
bisa melupakan eonni terlalu lama, itu akan membuatnya menderita sendiri”, terang
ye an dengan senyum lembutnya. Ye an memang yeoja yang cerewet sama persis
dengan namjachingunya yesung tapi di balik itu dia juga gadis yang ramah dan
mampu menenangkan Je Sun. Aku bersyukur siwon oppa punya yeodongsaeng seperti
dirinya. Cantik, dan memiliki senyum yang menawan persis siwon oppa, batin je
sun.
“Entahlah ye an, rasanya benar-benar
sakit saat siwon oppa hanya mengingat yeoja itu, haruskah aku melepas siwon
oppa??”, Tanya je sun putus asa.
Ye an menggeleng keras,”Anii eonni, apa
kau tega membiarkan siwon oppa tersesat (?) seperti itu??eonni harus
membantunya..aku bahkan tidak rela melihat oppa bersama yeoja itu”, terang ye
an dengan emosi yg meluap. Yah, ye an memang membenci yona karena yona pernah
meninggalkan siwon saat siwon telah benar-benar mencintainya dan sangat
membutuhkannya saat perusahhaan appa siwon dan ye an berada dalam masa krisis .
Dan saat semuanya kembali seperti semula saat perusahaan appa telah di
selamatkan dia tiba-tiba datang dan mengejar siwon lagi.
Drrrtttt..Drrrttttt..Drrrrrtttt..,”Oh,
yeoboseyo..”,ye an mengangkat ponselnya.”Hm, ne arrasseo, aku akan ke sana
sekarang”,kata yean di telpon dan mematikan ponselnya.
“Eonni..aku harus kekantor sekarang,
sepertinya ada sedikit masalah di dengan perusahaan appa”.
“Apa yang terjadi?”,Tanya je sun
khawatir.
“Tidak apa-apa eonni, hanya masalah
kecil. Oh aku titip siwon oppa ne, pay pay”, katanya sambil berlari
meninggalkan jesun.
~Author pov end
~Je sun pov
“Huuuffffftttttttttttttttt…”,aku
menghela nafas pelan.
Krunnyyuuukkk..krruunnyuuukk..,”akh..aku
belum makan sejak tadi, perutku jadi protes seperti ini. Lebih baik aku keluar
sebentar membeli mkanan untukku dan untuk siwon oppa, aku ingat dia tak suka
makanan rumah sakit”, gumamku dan berlari kecil menuju kafe yang terletak di
depan RS ini.
***
Aku kembali dengan membawa beberapa makanan
untuk siwon oppa, ye an benar aku harus tegar. Aku membuka pintu kamar ruang
inap siwon oppa.
“Oppa..aaaa..buka mulutmu”, aku
mendengar suara yeoja dalam kamar siwon oppa. Semua belanjaanku terjatuh
menyadari yeoja itu adalah..
”yona..”gumamku pelan, kulihat dia
sedang menyuapi siwon oppa. Kupalingkan tatapanku dari yona dan menatap mata
siwon oppa,”Oppa..”,gumamku lagi dan mataku..oh Tuhann kenapa aku mudah sekali
menangis??
“Akukan sudah bilang padamu jangan
datang lagi!!Kenapa kau datang??!!”,bentak siwon oppa padaku.
“Chagi..jangan seperti itu, biar aku
yang bicara padanya”, kata yona lembut sambil memegang tangan siwon oppa.
Chagi??apa aku tak salah dengar??apa yang??
“Bisa kita bicara di luar Je sun??”,kata
yona membuyarkan lamunanku. Aku hanya mengangguk lemah dan mengikutinya keluar.
“Aku sudah tau keadaan siwon oppa saat
ini, dan kau sudah dengar kata siwon oppakan??jadi bisakah kau pergi dari hidupnya dan jangan kembali
lagi??kau tau..kaulah yang mengacaukan hubunganku dengan siwon oppa, dan kau
tak perlu khawatir karna aku akan merawatnya dengan baik”,katanya sambil
tersenyum sinis padaku saat kami telah berada di depan kamar rawat siwon oppa.
“Mwo??Apa yg kau katakan??”,tanyaku tak
percaya dengan semua ucapan yona barusan.”Seharusnya kau yang pergi dari hidup
siwon oppa, bukan aku!!karena kau tau??dia hanya mencintaiku, dan kau hanya
bagian dari masa lalunya”.
“Masa lalu katamu???Hah, kau benar..aku
adalah bagian dari masa lalunya yang terlalu indah untuk dia lupakan. Sedang
kau??sepertinya kau sama sekali tak berharga di matanya, buktinya dia
melupakanmu dan hanya mengingatku”
“DIAM KAU!!!”, bentak je sun mulai emosi
mendengar kata-kata yona.
“KAU YANG DIAMM!!CINTA???Cihh, jika dia
mencintaimu dia tak mungkin melupakanmu. Dia melupakanmu dan hanya mengingatku,
Dan kau tau artinya itu?? Dia hanya mencintaiku bukan kau..”,kata yona sambil
tersenyum penuh kemenangan.
PLAAAKKKK..Tangan je sun menampar pipi
mulus yona
“Apa yg kau lakukan??!!!!?”, aku
mendengar suara seorang namja membentakku sangat keras. oh tidak..suara itu,
aku berbalik dan mendapati siwon oppa telah berdiri tepat di belakangku. Aku
terkejut melihat ekspresinya saat ini. Dia benar-benar marah padaku. Aku tidak
tau lagi sekarang harus berkata apa. Dia mencengkeram bahuku dengan kedua
tangannya.
“Akkhhhh..”,aku meringis kesakitan
karena cengkramannya yang begitu kuat. Dia marah padaku karena aku menampar
mantan yeojanya?? Hatiku lebih sakit di banding dengan cengkramannya yang
kurasakan saat ini.
“Apa yang kau lakukan pada
yeojachinguku, heh!!!”, bentaknya lagi padaku, dan aku hanya bisa membalasnya
dengan tatapan kosong. Dia menghentakkan tubuhku hingga aku jatuh tersungkur di
lantai.
“Akkkhhh..appo”, ringisku lagi saat
mendapati sikuku berdarah akibat perbuatannya. Kulihat dia berjalan kearah yona
yang tengah memegangi pipinya yang tadi terkena tamparanku.
“Gwenchana??”, Tanya siwon oppa khawatir
pada yona. Lihatlah, dia khawatir karena tamparan yg tak terlalu keras di wajah
yona, sedang dia sama sekali tak peduli padaku, oppa…look at me..Jebal remember
me oppa..jebal..akulah yeojachingumu bukan dia!!!ingin rasanya mengatakan hal
itu padanya tapi tak satu katapun yang kluar dari mulutku. Wae??Wae???
“Ne oppa gwenchana, lihatlah oppa pipiku
merah karena tamparannya’, kulihat yona meringis manja pada siwon oppa dan
siwon oppa membelai lembut pipinya. Kupalingkan wajahku tak ingin melihatnya,
ini terlalu menyakitkan untukku. Tidak bisakah kau melihat luka yang ada
dihatiku ini oppa?? Ini lebih parah dan sangat menyakitkan daripada tamparan di
wajahnya!! Air mataku kembali mengalir. Hikkss..
Aku melihat yona sekilas dan dia
tersenyum penuh kemenangan. “Kajja oppa, kita pergi saja”, dan dibalas dengan
anggukan siwon oppa.
“Chakkam..”, lirihku sambil berusaha
untuk berdiri tegar. Aku membalikkan tubuhku untuk menatap pasangan yang tengah
berbahagia di atas penderitaanku ini. Pertahananku runtuh dan air mataku
mengalir deras dihadapan mereka. Aku merutuki diriku sendiri yang terlalu lemah
dan tak sanggup melawan yeoja itu hingga akhirnya siwon oppa melupakanku.
~Je Sun pov end
~Siwon pov
“Chakkam..”, aku mendengar suara
lirihnya yang hampir tak terdengar sama sekali. Aku berbalik kearahnya dan
menatap matanya dalam, tatapannya benar-benar memancarkan kesedihan yang
mendalam. Entah kenapa rasanya hatiku benar-benar sakit melihat keadaannya.
Ingin rasanya aku mendekap tubuh mungilnya itu tapi..
“Apakah sekarang aku bisa melepaskan
genggamanmu oppa?? Sekarang sudah tidak apa-apakan??”, tanyanya lirih menatap
mataku dalam. “ Aku lelah oppa..mianhae karena aku tak sanggup lagi menggenggam
tanganmu, rasanya aku sudah terlalu lelah”.
Apa maksud yeoja ini??
“Aarrrrggghhhhhh…”, kenapa kepalaku sakit sekali?? Dia melangkah kearahku dan
mengeluarkan sesuatu yang melekat di jarinya.
“Uljima chagi..saranghae”, sekilas
ingatan itu kembali datang, “Arrrrgghhhh..”, aku memegangi kepalaku yang terasa
sakit.
“Aku kembalikan ini padamu oppa..”,kata
Je sun menarik tanganku dan menaruh sebuah cicin emas putih dengan berlian yang
indah di tengahnya. “Sebelum aku terjatuh di jurang yang dalam, aku akan
melepaskan genggamanmu agar kau tak jatuh bersamaku”, katanya sambil tersenyum.
Senyum itu..
Dia melangkah menjauhiku dan yona, air
matanya tak henti mengalir. Aku memegangi dadaku, kenapa terasa sakit??
Seketika ingatan itu kembali datang..
“Oppa..kajja..”,
“Kau mau apa chagi??apa kau tak lelah
sama sekali”
“Anii
oppa..aku tak lelah. Justru aku senang karena saat ini oppa ada bersamaku”
“Kim
Je Sun..taukah kau betapa keras kepalanya dirimu?? Dan taukah kau betapa egois
dan menyebalkannya sikapmu itu??”
”Aku rela melepas segala yang kumiliki
harta, perusahaan dan rumahku, aku rela kehilangan semuanya.. tapi tidak untuk
dirimu..mungkin aku egois terhadapmu, tapi aku tak peduli selama kau bersamaku
aku tak perduli pada yang lainnya lagi..berjanjilah kau tak akan pernah
melepaskan tanganmu sampai kapanpun”
“Kim Je Sun..Would you be my wife??
Jebal..aku tak menerima jawaban selain kata YA”
Mwo???Apa yang kulakukan pada yeoja yang
kucintai??, “Je sun..”, gumamku pelan. Aku ingat sekarang..Je Sun yeojaku yang
rapuh..Oh tidak!!aku membuatnya menangis??ANDWE!!
“JE SUUNNNNN!!”, teriakku keras
memanggil namanya namun ia telah hilang dari pandanganku. “KIM JE SUUNNN!!”,
teriakku lagi, entah sejak kapan air mataku mulai mengalir tapi aku tak
perduli, aku segera berlari untuk mengejarnya. Aku tidak ingin kehilangan
dirinya, ANDWEE!!aku tak bisa melepaskannya!!
“Oppa!!”, kurasakan yona menarik
tanganku menahanku untuk tak mengejar je sun-ku, “Apa yg kau lakukan??kau ingin
mengejar yeoja kurang ajar itu??”,bentaknya padaku
“Mwo??MWOYA!!!yeoja kurang ajar
katamu??kau yg kurang ajar!!!Aku sudah mengingat semuanya”,kataku dengan penuh
penekanan di tiap kata. “Dan kau..kau benar-benar..Aarrrkkkhhhh”, emosiku
benar-benar meluap sekarang. “Pergilah dari hadapanku dan jangan kembali
lagi!!!”, aku menepis tangannya dan segera berlari mengejar je sun..
“JE SUUNNNN..”, aku berlari sambil terus
berteriak memanggil namanya, aku tak perdduli lagi dimana aku berada, aku tak
mau kehilangan dia..#pas banget nic lagunya She’s Gone by SUJU.
”JE SUNNNNN…”, aku benar-benar sudah
seperti orang gila sekarang. Aku tak perduli dengan orang-orang yang menatapku
aneh, aku harus menemukannya!!. “KIM JE SUUNNNNN…”,dimana kau??ANDWEE!!aku tak
mau kehilangannya!!Aku terus berlari sambil meneriaki namanya hingga
akhirnya..aku melihat seorang yeoja yang tengah berusaha berdiri dengan
memegang tembok. Dia sangat rapuh. Tapi saat ini aku benar-benar marah karena
dia telah berani melepas tanganku.
“YAKKK!!!KIM JE SUN!!”,teriakku murka
terhadapnya. Dia berbalik dan tersontak kaget melihatku. Aku berjalan cepat
kearahnya seperti orang yang kesetanan.
“Oppa..apa yang..hmmmmmpppppppp”,
kulihat sekilas matanya terbelalak karena aku tengah membungkam bibir mungilnya
dengan bibirku. Aku melepaskan ciumanku dan berbisik di telinganya, “itu
hukumannya karena kau berani melepaskan genggamanku”
“Oppa..”,dia menatap mataku tak percaya
dengan yang baru kukatakan
“Ne chagi..I Remember You”, kataku
sambil tersenyum simpul padanya. Aku membawanya dalam dekapanku dan dia mulai
menangis kencang, ea..dia meluapkan semua rasa sakitnya. “Mianhae
chagi..jeongmal Mianhae”,ucapku lirih dan mengeratkan pelukanku padanya. Dia
terus menangis, kubiarkan sesaat agar
dia bisa meluapkan semua rasa sakitnya. Kudengar semua orang mulai bersiul dan
beberapa di antaranya berbisik-bisik, tapi aku tak perduli yang pedulikan saat
ini JE SUN TETAP MILIKKU!!! “YAKKKK!!!!SAMPAI KAPAN KAU AKAN TERUS
MENAGIS??”, bentakku padanya dan dia melepaskan dekapannya padaku menatapku tak
percaya. “Kita sudah terlambat chagi..”,kataku lembut mengeluarkan senyum evil
yang kupelajari dari kyuhyun.
“Mwo??”, tanyanya polos dan kulihat
keningnya mulai berkerut.
“Kajja..”,kataku sambil menarik
tangannya lembut.
“kita mau kemana oppa??”,tanyanya.
Aku berbalik kearahnya dan menakup
wajahnya dengan kedua tanganku sambil tersenyum aku berkata “Keacara pernikahan
kita.”
“MWO???”, kulihat ada semburat merah
muda yang muncul di pipinya dan itu benar-benar menambah kecantikannya. Aku tak
perduli lagi dengan protes dan ocehannya, aku menarik tangannya dan akan kubawa
dia ke altar. Yahh.. tadi aku sempat menelpon Ye An yeodongsaeng kesayanganku
itu, aku meminta tolong agar dia menyiapkan pernikahan kami malam ini dan yang
benar saja tanpa ada protes sama sekali dia menyetujuinya!!Dia benar-benar adik
yang bisa di andalkan.
Malam ini kau akan habis KIM JE SUN,
batinku sambil terus tersenyum bahagia. Saranghae KIM JE SUN aku tak akan
pernah melepasmu lagi sampai kapanpun!!
END
Eotthheee chingu??Gaje ne??
typo brtebarab dmn2,, tadinya jalan ceritanya gag gini, tapi pas ngetik gag tau
kenapa jadi arahnya lain ne? hehehe.. J Gomawo karena sudah baca ff author..author masih baru jadi mian
kalau gaje..jangan lupa coment n like-nya ne..COMMENT KALIAN PENTING BUAT
AUTHOR.. J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar